Breaking News

ISPU 325, Kabut Asap Kembali Tebal di Muaro Jambi, Sekolah Diperpanjang Belajar Daring


JAWARAPERS.COM,MUARO JAMBI – Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Muaro Jambi pada Rabu (30/9/2026). Kondisi udara terpantau semakin pekat dengan kualitas udara berada pada kategori berbahaya.

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 325, dengan partikulat halus atau PM2.5 menjadi parameter kritis. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi polutan di udara yang berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Memburuknya kualitas udara juga berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah sebelumnya telah menerapkan pembelajaran secara daring mulai 28 hingga 30 September 2026 bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA di Kabupaten Muaro Jambi.

Melihat kondisi udara yang masih belum membaik, pembelajaran daring kemudian diperpanjang selama tiga hari, yakni mulai 1 hingga 3 Oktober 2026. Dengan demikian, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah dan tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah selama periode tersebut.

Perpanjangan pembelajaran daring ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi paparan polusi udara terhadap peserta didik dan tenaga pendidik, khususnya di tengah kondisi PM2.5 yang menjadi parameter kritis.

Kabut asap yang semakin tebal juga mulai dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Jarak pandang dapat terganggu, sementara paparan partikulat halus dalam kondisi udara buruk perlu menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang rentan.


Masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kondisi tidak sehat hingga berbahaya. Penggunaan masker yang mampu menyaring partikulat halus juga dianjurkan ketika masyarakat harus melakukan aktivitas di luar rumah.

Orang tua diharapkan turut memastikan anak-anak tetap mengikuti pembelajaran daring selama masa perpanjangan tersebut serta membatasi aktivitas bermain di luar rumah, terutama ketika kabut asap terlihat semakin pekat.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dampak kabut asap tidak hanya menyangkut persoalan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas pendidikan.

Dengan ISPU mencapai 325 dan PM2.5 menjadi parameter kritis, masyarakat Muaro Jambi kini kembali menghadapi kondisi udara yang berbahaya. Pembelajaran daring yang diperpanjang hingga 3 Oktober 2026 menjadi salah satu langkah untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap dan polusi udara. (Red-Jwr) 

© Copyright 2022 - Redaksijawara